Dikabarkan bahwa sebuah pusat penipuan atau scam online terbesar yang lokasinya berada di perbatasan Thailand telah digerebek oleh pihak militer Myanmar.
Dalam aksi penggerebekan tersebut, pihak militer Myanmar berhasil melakukan penangkapan terhadap hampir sebanyak 350 warga negara asing.

Junta Myanmar memberikan klaim bahwa serangan terhadap pusat penipuan itu merupakan yang terbaru pada kompleks kriminal yang besar.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Al Jazeera dalam laman Tempo.co, operasi penggerebekan ini menargetkan sebuah pusat perjudian serta penipuan yang tengah berkembang pesat di wilayah perbatasan Myanmar yang bernama Shwe Kokko.
Aksi penggerebekan yang dilakukan oleh pihak militer Myanmar ini berlangsung pada hari Selasa pagi, dengan barang bukti ponsel yang jumlahnya mencapai hampir sebanyak 10.000 unit, yang mana sejumlah perangkat tersebut diyakini untuk menyokong operasi perjudian online.
Wilayah tersebut dilaporkan adalah salah satu bagian dari jaringan kriminal lintas batas yang berasal dari Thailand, Myanmar, Laos, sampai Kamboja.
Diketahui bahwa jaringan kriminal lintas batas ini telah mengalami perkembangan secara pesat sejak terjadinya peristiwa pandemi COVID-19.
Dinukil dari Tempo.co, PBB mengatakan bahwa sindikat penipuan tersebut dikabarkan telah memperoleh keuntungan yang mencapai hingga miliaran dolar serta menjerat sebanyak ratusan ribu orang agar mau melakukan penipuan online secara paksa.
Junta Myanmar telah menyalahkan tindakan dari kelompok oposisi bersenjata karena membiarkan berkembangnya sejumlah pusat penipuan di bawah perlindungan mereka.
Pihak Myanmar juga kembali menekankan bahwa mereka hanya bakal bertindak setelah “merebut kembali kendali teritorial”.






