Tersesat di Kawah Ijen Selama 30 Jam, Seorang Remaja Asal Banyuwangi Berhasil Ditemukan

Usai dikabarkan menghilang selama sekitar 30 jam akibat tersesat di kawasan TWA Kawah Ijen, seorang remaja asal Banyuwangi berhasil ditemukan. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Usai dikabarkan menghilang selama sekitar 30 jam sejak hari Rabu, 18 Februari 2026 akibat tersesat di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Muhammad Dzikri Maulana (16), yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, berhasil ditemukan kembali.

Dilaporkan bahwa korban berhasil diselamatkan namun dalam kondisi lemas pada hari Kamis sore, 19 Februari 2026, sekitar pukul 16.15 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi lemas di area sunrise point,” kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam atau KSDA Wilayah III Jember Purwantono, hari Jumat pagi, 20 Februari 2026, dikutip dari Tempo.co.

Korban berhasil diselamatkan namun dalam kondisi lemas. (Source: Ilustrasi/Kompas.com/Desy Kristi Yanti)

Dilansir dari Tempo.co, Purwantono mengungkapkan bahwa pada saat setelah ditemukan, korban langsung dibawa menuju ke Paltuding yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Licin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Awal mula terjadinya peristiwa ini ketika korban bersama dengan empat orang temannya tengah melakukan aktivitas pendakian ke Kawah Ijen.

Dikabarkan bahwa korban bersama dengan sejumlah temannya itu mulai mendaki pada Rabu dinihari, 18 Februari 2026.

Ketika tengah dalam perjalanan menuju ke atas, korban bersama dengan sejumlah rekannya itu sempat beristirahat sejenak di sekitar kawasan pertigaan arah turun ke dasar kawah dan arah naik menuju ke puncak sunrise.

Kemudian, pada saat menuju ke arah Paltuding, korban bersama dengan sejumlah rekannya diketahui berpencar serta turun masing-masing.

Korban sudah tidak terlihat lagi keberadaannya pada saat setelah mereka selesai melakukan istirahat, menurut pernyataan dari salah seorang rekannya.

Pihak keluarga yang baru mendapatkan informasi mengenai hilangnya korban pun langsung bertanya kepada petugas di Paltuding pada sekitar pukul 10.00 WIB.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Jawa Timur langsung berupaya melaksanakan proses pencarian yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.

Mengutip Tempo.co, proses pencarian korban dilaporkan berlangsung hingga hari Kamis, 19 Februari 2026, dengan tambahan anggota dari Tim Rescue dengan tujuan agar dapat memiliki peluang potensi menemukan korban yang lebih besar.

Pada saat proses pencarian korban berlangsung, tim gabungan melakukan penelusuran terhadap sejumlah area dengan jangkauan yang lebih luas.

Korban pun berhasil ditemukan ketika tengah berada di kawasan sunrise point dan dievakuasi pada pukul 16.15 WIB.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today