Rencana Import 105.000 Mobil dari India untuk Kopdes Merah Putih Disorot oleh Anggota DPR

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki rencana impor 105.000 kendaraan niaga. (Sumber Foto : detik.com)
0 0
Read Time:3 Minute, 10 Second

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki rencana impor 105.000 kendaraan niaga, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid.

Menurut Nurdin, kebijakan yang memiliki nilai anggaran yang signifikan tidak boleh diputuskan semata-mata berdasarkan efisiensi harga. Sebaliknya, kebijakan tersebut harus dipertimbangkan secara menyeluruh mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap industri nasional, tenaga kerja, dan struktur ekonomi dalam negeri.

Nurdin menyatakan bahwa agenda strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat adalah penguatan koperasi desa.

Namun, jika pengadaan kendaraan dilakukan melalui impor besar-besaran, pemerintah harus memberikan penjelasan yang jelas tentang alasan teknis mengapa produksi dalam negeri dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Jangan sampai koperasi diperkuat, tetapi industri otomotif nasional justru kehilangan momentum,” ujar Nurdin dalam siaran pers, Minggu (22/2/2026).

Nurdin mengingatkan bahwa kebijakan harus sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa perekonomian dibentuk sebagai usaha bersama dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Belanja negara seharusnya membantu meningkatkan produksi domestik, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, Nurdin mempertanyakan apakah telah dilakukan penyelidikan mendalam tentang kemungkinan partisipasi industri dalam negeri, seperti perakitan lokal, kemitraan produksi, atau skema peningkatan TKDN.

Dia menekankan bahwa pemerintah harus memungkinkan diskusi dengan pelaku industri agar keputusan yang dibuat tidak berdampak negatif pada agenda kemandirian industri nasional dalam jangka panjang.

Nurdin menyatakan bahwa Komisi VI DPR akan memantau ketat kebijakan ini.

“Koperasi adalah soko guru ekonomi nasional. Tetapi penguatannya tidak boleh bertentangan dengan semangat Pasal 33. Setiap rupiah belanja negara harus memastikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Agenda strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat adalah penguatan koperasi desa. (Sumber Foto : Antara)

Untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) memutuskan untuk mengimpor 105.000 mobil dari India.

Impor terdiri dari 35.000 mobil pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M) dan 35.000 truk roda enam dan pikap 4×4 dari Tata Motors.

Menurut Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, pengiriman mobil-mobil tersebut dilakukan secara bertahap. Saat ini, sebanyak 200 unit mobil pikap Mahindra telah dikirim ke Indonesia.

“Sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini kita usahakan bisa sampai semua, yang Mahindra dan Tata juga,” ujar Joao saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Ia menyatakan bahwa pertimbangan untuk membeli mobil dari India didasarkan pada faktor-faktor seperti biaya dan kapasitas industri lokal untuk melakukan pengadaan dalam jumlah besar.

Joao mengatakan bahwa harga pikap 4×4 saat ini di pasar Indonesia agak mahal. Dia mengatakan bahwa produsen India menawarkan harga yang lebih murah, sehingga menghemat APBN.

“Pertama masalah harga. Produk-produk yang ada, baik dari manapun yang men-supply pasar Indonesia, harganya kalau 4×4 sangat mahal,” ungkapnya.

“Jadi dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah. Jadi adil untuk kita menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia,” jelas dia.

Selain itu, produksi mobil nasional gagal memenuhi permintaan Agrinas untuk 70.000 pikap 4×4.

Joao menyatakan bahwa memaksakan produsen domestik justru akan mengganggu praktik disribusi komoditas lainnya.

“Produksi mobil nasional kita juga sekarang ini cuma 70.000, kalau enggak salah. Kalau kita tambahkan lagi beli 70.000 dari pasar, yang ada itu stok sendiri tidak ada. Selain stoknya tidak ada, harganya mahal, nanti kita bisa memutus distribution yang lain gitu,” paparnya.

Pemesanan pikap 4×4 dimaksudkan untuk menjadikannya lebih mudah untuk mengirimkannya ke daerah dengan kondisi medan yang sulit, seperti akses ke persawahan.

“Kenapa kita perlu 4×4? Karena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang, dan hampir di semua, baik di Jawa pun, kalau untuk ke sawah-sawah itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4×4,” ungkap Joao.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today