Dilaporkan bahwa persediaan pencegat rudal balistik milik Israel diduga telah habis akibat perangnya melawan Iran.
Sebelumnya, Israel juga sudah memberitahukan kondisi yang tengah dialaminya kepada Amerika Serikat atau AS mengenai persedian rudalnya yang semakin menipis.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Middle East Eye dalam laman Tempo.co, salah seorang pejabat AS menyampaikan bahwa sistem pertahanan Israel dikabarkan telah habis setelah perangnya melawan Iran pada tahun lalu, yang mana mayoritas pencegatnya digunakan untuk menghalau sejumlah rudal yang masuk ke dalam wilayahnya.
Melalui kantor berita Semafor, seorang pejabat AS menyampaikan bahwa pihaknya telah memprediksi bakal terjadinya permasalahan ini.
Ia juga menegaskan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya tidak mengalami kekurangan pada persediaan rudal pencegat.
“Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan kami dan personel kami di kawasan ini dan kepentingan kami,” kata pejabat AS itu, dilansir dari Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Donald Trump, selaku Presiden AS, sempat mengumumkan bahwa pihaknya mempunyai potensi persediaan amunisi yang “hampir tidak terbatas”, tetapi pernyataan itu tidak bisa dikonfirmasi secara independen.
Menurut pernyataan dari pusat Studi Strategis dan Internasional, AS diketahui telah menembakkan pencegat THAAD dengan jumlah yang mencapai hingga sebanyak 150 rudal dalam perang 12 hari melawan Iran pada bulan Juni 2025.
Kemudian, diawal perangnya melawan Iran pada tahun ini, AS dilaporkan telah menghabiskan rudal pencegat Patriot yang nilainya mencapai sebesar US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 40,7 triliun.





