Dalam Kasus Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Kemenperin Kerahkan Tim Pengawas ke Lokasi

Usai terjadinya peristiwa ledakan di pabrik kimia PT MCCI, Kemenperin langsung kerahkan tim pengawas ke lokasi kejadian. (Source: ANTARA)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Usai terjadinya peristiwa ledakan yang telah dialami fasilitas produksi milik pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia atau MCCI, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung kerahkan tim pengawasan dan pengendalian ke lokasi kejadian di Cilegon, Banten.

“Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan K3, serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi guna meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri,” ucap Febri Hendri Antoni Arief, selaku Juru Bicara Kemenperin, melalui keterangan tertulis, hari Selasa, 26 Mei 2026 lalu, dikutip dari Tempo.co.

Pengerahan tim ini dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur keselamatan industri. (Source: Dok. Polda Banten)

Menanggapi peristiwa ledakan di pabrik tersebut, Febri mengungkapkan bahwa Menteri Perindustrian telah memberikan arahan kepada Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil beserta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional agar dapat mengerahkan sejumlah tim ke lokasi.

Dilansir dari Tempo.co, hal ini dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat, tepat, serta sesuai dengan prosedur keselamatan industri yang sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2021.

Diketahui bahwa peristiwa ledakan ini berlangsung pada hari Senin, 25 Mei 2026 lalu, di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia.

Akibat peristiwa ledakan itu, terdapat kepulan asap putih yang diiringi dengan bau kimia menyengat muncul dari pabrik tersebut.

Dikabarkan bahwa Kemenperin juga bakal meminta agar pihak perusahaan dapat melaksanakan proses evaluasi secara menyeluruh pada sistem keamanan proses produksi, kelayakan peralatan industri, hingga penerapan standar keselamatan dan keamanan.

Mengutip Tempo.co, Febri menyebut bahwa pihaknya bakal terus melakukan pengawasan penanganan peristiwa ledakan tersebut sampai kondisi pabrik bisa kembali beroperasi secara aman dan stabil.

Kemudian, Febri menyatakan bahwa saat ini terdapat berbagai pihak seperti kementerian/lembaga lain dan juga aparat penegak hukum yang tengah bekerja sama dalam proses investigasi maupun pemulihan kembali operasional industri yang dilakukan secara bertahap.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today