Pasangan suami istri dianiaya oleh dua preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut difilmkan di YouTube.
Pasangan tersebut digambarkan mengendarai sepeda motor saat dihentikan oleh pelaku dalam video tersebut. Istri korban, Mulana Kartina Nainggolan (31), yang masih hamil muda, ditendang oleh salah satu pelaku tanpa alasan yang jelas. sementara suaminya mendapatkan tamparan dan pelecehan berulang.
Salah satu pelaku bahkan tampaknya mengeluarkan senjata api yang mirip dengan pistol, dan dia tampaknya mengarahkan senjata itu ke pasangan tersebut.
Pelaku ditahan
Ini dibenarkan oleh Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, Kanit Jaga Cegah Sigap (JCS) Polrestabes Medan. Pada Rabu (3/6) malam, pelaku Z dan J ditangkap di sebuah bengkel di dekat lokasi kejadian.
“Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan berinisial Z dan J sedang berada di bengkel di Jalan Baru Pasar 7, Medan Tembung. Kemudian pada Rabu sekitar pukul 23.00 WIB, Tim JCS Polrestabes beserta Tim Opsnal Resmob Polrestabes Medan berhasil mengamankan terduga pelaku,” kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (4/6).
Hasil interogasi menunjukkan bahwa kedua pelaku mengakui telah menganiaya pasangan suami istri tersebut. Sekarang mereka ditahan di penjara Polrestabes Medan.
Pasal 262 juncto Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur kedua pelaku dalam hal tindak pidana pengeroyokan atau kekerasan bersama terhadap orang atau barang. Keduanya terancam hukuman penjara lima tahun.
Alasan Menganiaya
Menurut AKBP Adrian Risky Lubis, Kasus Reskrim Polrestabes Medan, kedua pelaku kesal karena korban berhenti di depan terowongan rel, sehingga membuat kendaraan yang melintas macet.
“Jadi pada saat itu di terowongan terjadi tawuran. Karena di situ tawuran macet kendaraan. Jadi kedua pelaku ini di situ sebagai pengatur jalan atau yang biasa kita kenal nama Pak Ogah. Jadi dia ini mau melancarkan arus lalu lintas ini pada awalnya. Kemudian ada lewat sepasang suami-istri ini yang mana mereka ini adalah korban penganiayaan dari dua orang pelaku atau Pak Ogah ini,” kata Adrian saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6).
Kedua pelaku melakukan kekerasan tersebut setelah itu.
“Di situ dari si pelaku menyampaikan kepada si korban ‘lewat-lewat, mau, kau bikin macet aja di sini’, katanya. Cuma dari si korban mengatakan ‘Maaf Pak, saya takut maju karena posisi saya sekarang lagi hamil’. Kemudian di situ terjadi cekcok antara pelaku dan korban,” sambung Adrian.

Pada saat pelaku mengeluarkan handphone korban wanita hamil karena takut akan diviralkan, pelaku menendang perut wanita hamil itu.
Sementara orang lain yang dikenal sebagai Zulyarham memukul wajah suaminya.
“Jadi si pelaku merasa karena takut dia diviralkan, akhirnya dia melakukan penendangan, menendang kepada korban wanita. Kemudian, pelaku satu lagi menghampiri si suami korban dan melakukan penganiayaan dan pemukulan ke kepala,” ujar Adrian.
Adrian menyatakan bahwa kedua pelaku bersaudara. Untuk menakut-nakuti korban, pelaku yang menendang wanita itu mengambil senjata api dari bengkelnya.
“Untuk pelaku pertama yang menendang si wanita itu berangkat pergi sebentar ke bengkelnya mengambil senjata air gun tadi. Mengambil senjata air gun, ditujukan kepada si korban tadi untuk menakut-nakuti korban agar segera pergi dari lokasi,” ucap Adrian.
Pihak kepolisian masih menyelidiki sumber senjata api air gun yang dimiliki pelaku.
Korban dibawa ke RS
Setelah mengalami kekerasan, wanita hamil tersebut telah dirawat di rumah sakit.
Setelah menjalani pemeriksaan ultrasound (USG) di Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan, Maulana menyatakan bahwa bayi dalam kandungannya sehat. Sekarang bayinya berusia tujuh minggu.
Walaupun preman itu menekan perutnya, dia sangat berterima kasih atas hasil USG.
“Puji Tuhan juga tadi hasil USG-nya kandungan saya itu puji Tuhan sehat,” kata Mulana saat ditemui di Polrestabes Medan, Kamis (4/6).
Mulana menyatakan bahwa trauma yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut masih mempengaruhinya.
“Sekarang ini saya tidak bisa lagi nangis. Cuma sudah di pikiran saya ini sudah lelah sekali. Dua hari ini kurang istirahat,” ujar Mulana.






