Dilaporkan bahwa Ahmad Rizal Ramdhani, selaku Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, mengungkapkan bahwa di tahun 2026 pihaknya berencana ingin melakukan ekspor beras serta jagung.
“Kami menargetkan di tahun 2026 ini, memang Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung,” kata Ahmad melalui keterangan tertulis, hari Kamis, 8 Januari 2026, dikutip dari Tempo.co.

Ahmad menyampaikan bahwa rencana ekspor beras serta jagung ini adalah amanat langsung yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri kegiatan panen raya pada hari Rabu, 7 Januari 2026.
Dilansir dari Tempo.co, Ahmad menjelaskan bahwa ketika pelaksanaan ekspor dua komoditas ini berlangsung, Bulog bakal melakukan koordinasi bersama dengan pihak kepolisian.
Berdasarkan infromasi yang dicatat dalam data proyeksi neraca pangan nasional tahun 2025, mengemukakan bahwa Indonesia telah melakukan ekspor jagung dengan jumlah yang mencapai sebanyak 21,3 ribu ton sampai dengan bulan November 2025.
Kemudian, Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian, sempat menyatakan bahwa pada tahun 2025, Indonesia telah mengalami surplus produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen yang jumlahnya mencapai sebanyak 463,9 ribu ton.
Mengutip Tempo.co, jumlah ini diperoleh berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh Badan Pangan Nasional atas selisih produksi jagung yang berlangsung pada tahun 2025, yakni sebesar 16,11 juta ton serta jumlah konsumsi sebanyak 15,65 juta ton.
Kondisi ini yang kemudian disorot oleh Amran hingga mendesak Bulog untuk bersiap-siap melaksanakan rencana ekspor persediaan jagung.
“Kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil,” ungkap Amran, dinukil dari Tempo.co.






