Jutaan Orang Mengalami Pemadaman Total, Ukraina Tengah Berjuang Memulihkan Pasokan Listriknya

Ukraina mengalami kegelapan total akibat serangan pada hari Rabu. (Photo: The New York Times/Brendan Hoffman)
0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Pada hari Rabu, serangan rudal yang menyerang infrastruktur energi di Ukraina, membuat hampir 80% wilayah Ukraina mengalami kegelapan dan Ukraina saat ini tengah berjuang untuk membetulkan kembali layanan air dan listrik kepada jutaan orang. Kamis malam, lebih dari 24 jam setelah serangan rudal Rusia menghancurkan daerah-daerah di Kyiv, Vitali Klitschko, yang merupakan walikota dari Kyiv berkata bahwa sekitar 60 persen perumahan warga masih mengalami pemadaman darurat. Dengan suhu di bawah nol, pihak berwenang kota Kyiv menginformasikan bahwa mereka dapat memperbaiki layanan air, namun, untuk lampu dan pemanas masih dalam proses pembetulan.

Dilansir dari aljazeera.com, Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Norwegia, Jan Egeland, menyatakan bahwa “kesan yang sangat kuat adalah bahwa Rusia sedang berperang melawan infrastruktur sipil.” Jan Egeland juga menambahkan terkait dengan serangan pada jaringan listrik yang dilakukan oleh Moskow, ia mengatakan bahwa “penduduk sipil tidak dapat bertahan sepanjang musim dingin tanpa listrik, kehangatan, dan air mengalir. Dan sekarang sudah mencapai titik puncaknya.”

Dampak akibat serangan rudal pada hari Rabu di Kyiv menyebabkan pemadaman total. (Photo: AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Selama beberapa minggu terakhir, sistem energi di Ukraina sedang berada dalam kehancuran akibat dari serangan rudal Rusia yang menargetkan fasilitas listrik dan menyebabkan jutaan orang mengalami pemadaman listrik darurat. Hal ini merupakan upaya nyata dari Rusia untuk memaksa kapitulasi setelah sembilan bulan perang yang telah membuat pasukannya gagal. NASA melaporkan jika dilihat dari luar angkasa, Ukraina telah menjadi bagian yang gelap di dunia pada malam hari.

Serangan rudal pada hari Rabu, memutus tiga pembangkit nuklir Ukraina dari jaringan nasional dan mengakibatkan pemadaman listrik di negara tetangga Moldova, yang dimana jaringan energi Moldova terhubung dengan Ukraina. Namun, listrik di Moldova pada hari Kamis, hampir seluruhnya kembali menyala. Menurut Kementerian Energi Ukraina, ketiga fasilitas nuklir tersebut kembali tersambung pada Kamis pagi.

Ihor Terekov, yang merupakan Walikota dari kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, mengatakan bahwa air sedang dalam proses pemulihan untuk perumahan warga. “Kami telah memulai kembali pasokan listrik. Percayalah itu sangat sulit,” ujar Ihor Terekov.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today