Raksasa tekstil Asia Tenggara PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang (Sritex pailit). Perusahaan ini mempunyai permasalahan keuangan yang sangat kompleks.
Sritex berada di zona merah selama empat tahun berturut-turut sejak 2021.
Perusahaan milik keluarga Lukminto ini memiliki utang sebesar 1,597 miliar dollar AS setara dengan Rp 25 triliun (kurs Rp 15.600).
Perusahaan penerbit berkode SRIL ini mampu selamat dari kebangkrutan dengan mengajukan banding atas putusan pailit Pengadilan Niaga Semarang.
Manajemen mengatakan operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada rencana PHK satupun karyawannya.

Jika terjadi kebangkrutan, aset perusahaan dijual untuk melunasi hutang. Sebelumnya, perusahaan yang bermarkas di Kabupaten Sukoharjo itu digugat pailit oleh penjualnya, PT Indo Bharta Rayon, di tengah perselisihan utang yang belum dibayar.
Diketahui bahwa Sritex dan afiliasinya PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya telah lalao memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemohon, PT Indo Bharat Rayon.
Prabowo ingin Selamatkan Sritex
Pemerintah enggan membiarkan Sritex di ambang kebangkrutan karena skala operasional perusahaan yang begitu besar diyakini mempekerjakan puluhan ribu orang, terutama di kawasan Sukoharjo.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian BUMN, dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyelamatkan Sritex.
Ia sekaligus memerintahkan empat menteri untuk segera mempertimbangkan berbagai opsi untuk menyelamatkan Sritex.
“Pemerintah akan segera mengambil langkah untuk menyelamatkan karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), setelah perusahaan tersebut dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dikutip pada Minggu (27/10/2024).
Keempat anggota kabinet yang dilibatkan dalam penyehatan perusahaan tekstil ini yakni dirinya, Sri Mulyani, Erick Thohir, dan Yassierli.
Presiden Prabowo telah mengarahkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Tenaga Kerja untuk segera empertimbangkan berbagai opsi dan rencana penyelamatan Sritex, “jelasnya.
Agus juga mengatakan bahwa prioritas pemerintah saat ini menyelamatkan Sritex.
Namun Agus tak merindi apa saja yang ditawarkan pemerintah untuk penyelamatan Sritex.
“Opsi penyelamatan dan rencana penyelamatan ini akan disampaikan segera mungkin setelah keempat kementerian merumuskan metode penyelamatannya,” jelas Agus.






