Istana Minta Kementan-Bulog Memperbaiki Manajemen Gudang Usai Turun Mutu 29.990 Ton Beras

Sekretaris Negara, minta (Kementan) dan Perum Bulog untuk memperbaiki manajemen penyimpangan di gudang mereka. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 25 Second

Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog untuk memperbaiki manajemen penyimpangan di gudang mereka.

Prasetyo menyatakan bahwa, sebagai tanggapan atas laporan bahwa puluhan ribu ton beras mengalami penurunan mutu, perbaikan ini sangat penting.

“(Masalah beras turun mutu) Tidak secara langsung dilaporkan (ke Presiden Prabowo Subianto). Tapi sebagai sebuah hal yang memang seperti itu, memang menjadi fokus Kementan maupun teman-teman di Bulog, bagaimana memperbaiki manajemen penyimpanan,” ujar Prasetyo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam.

Temuan tersebut, menurut Prasetyo, menunjukkan bahwa gudang beras di Indonesia perlu diperbaiki.

Untuk meningkatkan panen beras hingga akhir tahun 2025, pemerintah juga akan menambah 100 gudang baru untuk menyimpan beras.

“Dan perlu kita sadari, gudang-gudang kita dalam kondisi perlu perbaikan, termasuk penambahan pembangunan gudang baru di 100 tempat. Alhamdulillah, panen kita beras itu meningkat akhir tahun ini akan memasuki masa panen dan kita akan menyiapkan gudang baru,” kata dia.

Pemerintah juga meminta TNI dan Polri untuk mendirikan gudang inovasi di desa-desa dengan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, kata Prasetyo.

Pemerintah ingin setiap desa memiliki lumbung pangan sendiri dan menghidupkan sentra penghasil pangan di luar kota.

“Kita harus punya lumbung pangan atau lumbung padi di setiap desa masing-masing sehingga kita betul-betul mandiri pangan,” kata Prasetyo.

Selain itu, Praasetyo menyatakan bahwa pertimbangan pertama akan diberikan pada gagasan untuk mengubah Bulog menjadi kementerian atau lembaga.

Pemerintah juga akan menambah 100 gudang baru untuk menyimpan beras. (Sumber Foto : Humas Perum Bulog)

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki diri, salah satunya dengan menambah pendanaan untuk mendukung peningkatan hasil tani domestik.

“Dan alhamdulillah, kan kemarin dalam sejarah salah satu pencapaian yang tertinggi serapan dari Bulog. Dan minggu lalu juga sudah diputuskan bahwa Bulog diberi tambahan pendanaan, supaya mengantisipasi kalau produksi kita melimpah baik beras maupun jagung, supaya itu juga bisa diserap oleh Bulog,” kata Prasetyo.

“Intinya adalah kita betul-betul mari semua kita kerja keras untuk memastikan yang paling utama adalah pangan dulu. Kalau pangan kita aman, perut aman, selebihnya insya Allah aman,” imbuh dia.

29.990 ton beras yang mengalami penurunan mutu

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), ada penurunan mutu 29,99 ribu ton beras di Gudang Bulog.

Ini disampaikan oleh Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas), saat berpidato di rapat koordinasi inflasi nasional di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (6/10/2025).

“Terkait dengan turunnya kualitas beras SPHP serta temuan Ketua Komisi IV DPR RI di Gudang Bulog Ternate tanggal 23 September 2025, Bapanas telah melaksanakan rapat evaluasi kualitas beras. Disimpulkan bahwa stok beras di Gudang Perum Bulog adalah sebesar 3,84 juta ton dan pengadaan masih terus dilakukan,” jelas Nita dalam rapat koordinasi pengendali inflasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (10/6/2025).

“Sebanyak 29,99 ribu ton beras yang terdiri dari 3 ribu ton beras (dari) dalam negeri dan 26,89 ribu ton beras (dari) luar negeri tergolong telah turun mutu,” katanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today