BMKG Sebut Gempa Bumi M6,4 yang Berpusat di Laut Banda Tidak Berpotensi Tsunami

Pada hari Selasa malam, telah terjadi sebuah peristiwa gempa bumi berkekuatan M6,4 yang menggetarkan Laut Banda. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Pada hari Selasa malam, 28 Oktober 2025, telah terjadi sebuah peristiwa gempa bumi yang menggetarkan Laut Banda dengan kekuatan M6,4.

Dilaporkan bahwa peristiwa gempa bumi ini pusatnya berada di 179 kilometer arah barat laut Tanimbar dengan kedalaman 168 kilometer, menurut informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG melaporkan, gempa bumi ini berpusat di 179 kilometer arah barat laut Tanimbar dengan kedalaman 168 kilometer. (Source: Ilustrasi/Tribunnews.com)

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Banda,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, melalui keterangan yang dirilis pascagempa, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, Daryono mengungkapkan bahwa peristiwa gempa yang terjadi di Laut Banda ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Dalam peristiwa gempa bumi ini, dampak getaran paling kuat tercatat berada pada skala IV MMI yang terasa di Saumlaki, Maluku, yang mana getarannya bisa dirasakan oleh sejumlah orang di dalam rumah.

Selain di wilayah Saumlaki, dampak getaran dari gempa tersebut juga terasa hingga ke sejumlah daerah, seperti Tual, Tepa, Sorong, Kaimana, Manokwari, Maybrat, Raja Ampat, Sorong Selatan serta Teluk Bintuni dengan skala intensitas III MMI, yang mana getarannya dapat dirasakan nyata ketika di dalam rumah seperti ada truk yang melintas.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” ujar Daryono, dalam laman Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, selain gempa di wilayah tersebut, pada hari Selasa pagi serta sore juga terdapat dua gempa dengan kekuatan yang cukup signifikan.

Kedua peristiwa gempa itu di antaranya berada di di wilayah Pantai Utara Buol, Sulawesi Tengah, dengan kekuatan M5,5 serta di daratan Kota Sinabang, Aceh, dengan kekuatan M4,1.

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh BMKG, kedua gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng atau yang biasa dikenal dengan sebutan gempa megathrust di laut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today